<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6965651\x26blogName\x3d**+Atas+Nama+Kata-Kata+**\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://e-nursanti.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3dfr_LU\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://e-nursanti.blogspot.com/\x26vt\x3d2142896025849363546', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

dimanche, mai 01, 2005

Tuhan Jadi Bintang Sinetron 

Aku baru saja bangun di pagi itu. Hmm..nyenyak sekali tidurku semalam. Rutinitas kerja yang kadang menjemukan memang selalu menyisakan keletihan di akhir minggu seperti ini. Kugeliatkan badan ke kiri dan ke kanan. Yah..lumayan segar lah rasanya badan ini. Kulirik jam weker di samping tempat tidurku. Huh?baru jam setengah enam lewat sedikit. Masih terlalu pagi untuk bangun di hari libur seperti ini. Tapi kalau sudah terbangun seperti ini biasanya aku sulit untuk tidur lagi. Dan kalau dipaksakan malah membuat kepalaku jadi pusing.

Kemudian beranjakku dari tempat tidurku. Mencari segelas air putih dan seperti biasa, rutinitas pagiku adalah ke kamar mandi. Mencuci muka untuk menyegarkan sekaligus meluruhkan belek alias kotoran di ujung mata, dan tentu saja mengosongkan kandung kemih yang semalaman sudah penuh terisi.

Setelah itu aku ke dapur, membuat teh hangat dan mulai memoles roti . Setelah siap, aku mengambil koran pagi ini. Ada berita apalagikah hari ini, selain berita tentang adanya koruptor di KPU atau tertangkapnya sindikat pengedar ganja di Bali yang beberapa minggu ini jadi headline di berbagai suratkabar. Sambil membaca koran, kuseruput segelas teh hangat dan kunikmati setangkup roti isi selai kacang kesukaanku. Wah?rasanya aku perlu ambil cuti beberapa hari untuk sekedar bisa bersantai-santai seperti sekarang ini.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahku. Huh,..siapa sih sepagi ini sudah bertamu ke rumah orang. Dengan malas aku beranjak membuka pintu dan seorang teman kecilku ada di balik pintu itu dengan wajah tengilnya. Wah, sudah pasti, kalo dia yang datang, pasti 'hancur' rumahku. Mulai dari dengerin suara cempreng dia, sampai yang ngudak-udak koleksi buku, kaset,cd, vcd, dvd, dan segala macem pernik yang ada. Tapi meski begitu ..aku selalu kangen kalau lama tidak bertemu dia. Hehehe?apalagi kalau lagi sedih..aku pasti butuh dia buat curhat, dan membuat hidup kembali hidup.

Kami asyik mengobrol ini-itu, hingga sampailah kami pada perbincangan tentang Tuhan. Ia bilang dia sedang butuh Tuhan. Aku cekikikan dan memperhatikan wajahnya dengan seksama. Sangsi juga aku mendengar kata-kata itu meluncur dari mulutnya.

Aku bilang, "Cari saja di mall-mall dan plasa-plasa, mereka menjualnya, malah di Pasaraya sedang Sale Up to 70 %". Ia lalu mendelikkan matanya.

Aku bilang, "Kenapa? Lu gak percaya? Emang sekarang Tuhan diperjualbelikan kok, mau bukti ? Yang simple nih. Lu kan punya tipi tuh. Nongkrong aja di depan pesawat televisi. Tungguin tuh, acara sinetron-sinetron bertema religius yang diputer di televisi. Pertamanya sih cuma ada satu stasiun yang nayangin. Begitu stasiun itu sukses dan dapet rating tinggi, mulai deh yang lain ngekor, latah, ikut-ikutan nayangin acara yang sama dan sebangun. Bukannya itu jualan? Itu kan sama saja Tuhan jadi komoditi buat meraih keuntungan. Belajar ilmu ekonomi gak sih lu?" Ia tambah mendelikkan matanya.

"Jadi lu gak setuju kalo acara-acara seperti itu ditayangkan di televisi? Bukankah itu justru bisa ngedidik kita biar kita inget ama yang di atas? Trus, kalo ratingnya bisa di atas berarti yang nonton juga banyak dong." katanya sambil melihat ke wajahku.

"Ya. Pasti banyak yang berpendapat seperti itu. Tapi kalo menurut gue, gue nggak setuju. Bahkan jauh sebelum ini pun gue udah gak setuju adanya majalah yang isinya cerita-cerita semacam ini. Gue sih mikirnya, kalo emang niatnya buat mendidik, dakwah atau apapun namanya, jangan pake acara intimidasi-intimidasi?berbau mistis pula. Ntar kalo ngelakuin kayak gini..ntar akibatnya jadi gini. Kalo kayak gitu, akibatnya jadi gitu. Atau berlakulah seperti ini, bila ingin Tuhan menolongmu. Iklan banget, kan.
Dan menurut gw masalah ibadah itu biarlah jadi urusan si manusia itu sendiri ama apa yang diyakini kalo itu benar oleh katahatinya, bukan dibumbui karena adanya rasa ketakutan-ketakutan. Kalo dia jadinya ngelakuin ibadah dikarenakan adanya hal-hal kayak gitu kan artinya dah gak murni lagi kalo dia beribadah karena yakin akan kebenaran ajaran tuhan atau agama yang diyakininya.
Dan kenapa ratingnya bisa tinggi, itu karena budaya bangsa kita yang sejak jaman dahulu kala, sudah mengenal animisme dan dinamisme. Jadinya..ya wajar aja kalo kita jadi bangsa mistis. Apalagi tau sendiri ketertinggalan pendidikan masyarakat kita. Artinya masih banyak orang yang percaya dan menyukai hal-hal yang kayak gini. Itu sih pendapat gue lho. Terserah ama lu, mo sama apa punya pendapat yang berbeda. Heh..bengong aja lu. Ngerti gak, ngomongin apaan gw barusan?"

"Wuih. Hebat juga lu. Nggak nyangka lu punya pemikiran kayak gitu. Tapi..?" katanya sambil mengerutkan keningnya.

Aku bilang."Kenapa lagi? udah ah, sakit perut gue omong serius ama lu. Gih, sana pergi, ntar nggak kebagian lho. Sori, gue gak bisa nemenin. Gue ada janji ketemu orang."

"Ih, ngusir nih ceritanya. Lagian, siapa juga yang mo ngajakin lu, jangan ge-er deh ?" katanya sok sewot sambil memonyong-monyongkan mulutnya. Aku cuma tersenyum melihat kelakuannya.

"Ya udah deh,dah siang nih.Gue jalan ya.Gue mo nyari Tuhan dulu. Kalo nemu, gue beli dua deh..ntar satu buat elu. Thanks ya dah mau gue gangguin pagi-pagi.. daaaaaa..." katanya sambil mencubit pipiku.

"Iya...kalo gak dapet indent dulu aja, atau kasih DP aja dulu..." kataku balas menggoda.

"Gila lu yah.dah ah, kelamaan di sini ntar bikin gue tambah gila." katanya sambil ngeloyor.

Setelah sosoknya menghilang di balik pintu, kamarku kembali tenang. Dari televisi terdengar iklan sinetron dengan Tuhan sebagai pemeran utamanya. Hmmm..Tuhan dibayar berapa ya sama para produser itu? atau malah justru Tuhan tidak mau dibayar sama sekali karena maha pemurah, dan ingin membagi rezeki kepada mereka? Ahh..sudahlah, harre gennee bicara Tuhan...it's not my bussiness, hari beranjak siang..aku pun bergegas mandi.

(PS : Tuhan, kalo dah terkenal..tetep Down To Earth yah! Ntar jangan-jangan jadi susah dihubungi karena kebanyakan syuting. Kalo butuh manager gue mau kok, kontak aja gue :D)

Pejaten 01 Mei 2005
:: Semoga Tuhan tak pernah tergadaikan::

[ eMMy ] [ 3:12 PM ]

ZLINKS!

"Kesepian itu taufan biru, yang menanggalkan ranting-ranting mati, namun dihujamkannya akar-akar hidup ke dalam jantung hidup bumi"(by : Kahlil Gibran) ** HADIR dari sebuah kesunyian..semua berMULA dari KATA....1 aksara jadi kata..2 aksara menjadi kata...5,6,10,50,100,1000 aksara yang terangkai..itupun akan jadi sebuah KATA...karena setiap apa yang terlintas di benak dan terucap oleh lidah adalah KATA!

bilikdiri

tacik

::TACIK:: Perempuan.Bandung.29 Waktu kecil suka mendengar dongeng sang ibu. Mulai menulis diari saat duduk di SD, aktif di Pers Abu-abu dan Pers Mahasiswa pada masanya, dan sewaktu SMA sempat menjadi Pemred Bulletin Pakci SMA 8 Yogyakarta. Penyuka Catatan Pinggir, penikmat film dan musik. Saat ini bekerja dan tinggal di Selatan Jakarta. Menulis baginya, bisa membawanya untuk ziarah ke masa lalu.--Poetry is a way of taking life by the throat-- Robert Frost (1874-1963)

bilikimaji

  • :: Ternyata! ::
  • "Today : So tired"
  • ::Selepas senja::
  • just want to sing a song..
  • ::Keluhku..Damaiku..::
  • ::Unsent Message::
  • ::Karena kau Lelaki::
  • :: Basah Pagi Itu::
  • :: Satu-satu ::
  • :: Gelisah Hening Waktu ::
  • biliklalu

  • mai 2004
  • juin 2004
  • novembre 2004
  • décembre 2004
  • janvier 2005
  • février 2005
  • mars 2005
  • avril 2005
  • mai 2005
  • juin 2005
  • juillet 2005
  • août 2005
  • septembre 2005
  • novembre 2005
  • décembre 2005
  • janvier 2006
  • février 2006
  • avril 2006
  • juin 2006

  • bilikanca

    celoteh koenyil
    lintas sang waktu
    dunia eway
    ruang sepi
    lukisan hati
    kandang biri2
    kupu2 kinara
    kelinci fitria
    dunia rendjana
    taman cinta
    wishlist fajar

    biliksuka

    veterangema
    pasarbuku
    murung
    delayota
    ikapakci
    lyrics
    fiendster
    crazyquizes
    Apelumagueada
    movienayahoo!
    layarperak
    twentyone
    myencyclopedia
    mydetective
    hot&fresh
    jakartapost

    Waktu Indonesia Barat
    -The Time is Rolling-

    bilikpesan

    Powered by TagBoard
    Nama

    URL / Email

    Pesan [smilies]

    engine: Blogger