<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d6965651\x26blogName\x3d**+Atas+Nama+Kata-Kata+**\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://e-nursanti.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3dfr_LU\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://e-nursanti.blogspot.com/\x26vt\x3d7187988321392212744', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

jeudi, juin 30, 2005

:: Cogito Ergo Sum :: 

I am thinking, I am human. I think, therefore I am

[ eMMy ] [ 11:50 PM ]

lundi, juin 27, 2005

:: Menangis Semalam :: 

Punguti saja airmataku,
Genggam dan simpan olehmu,
Biarkan semalam jadi tangis terakhirku

[ eMMy ] [ 7:56 PM ]

dimanche, juin 26, 2005

:: Pentas :: 

Akulah sang dewi yang jatuh ke pelukan malam
menari gemulai bersama kilau bintang dan rembulan
hentak kendangmu amat indah, wahai langit
biarkan saja tubuhku terus menari, bebas lepas seperti kupu-kupu
lirih suara gending lembut masih mendayu, dan tarianku pun belum terhenti
malam melintas cepat, pagi datang menjelang
musik indah itu sudah tak lagi mengalun
namun aku masih tetap seorang dewi

(selamat datang sang pagi, semoga damai mencurah bumi)

[ eMMy ] [ 11:08 AM ]

mercredi, juin 22, 2005

:: LUPAKAN :: 

Sekotak penuh memori kuikat indah dengan pita hitam

Berdiri aku di tepian pantai, menatap jauh cakrawala senja

Tlah kularung segala asa, biar mimpi jadi gapura penanda

kenangan satu demi satu meluruh

seperti daun berguguran ditiup angin

[ eMMy ] [ 10:27 PM ]

mardi, juin 21, 2005

:: Home Sweet Home :: 

Bunda, hari ini aku aku merindu dekap hangatmu
kala malam begitu sempurna dengan kerlip perak bintang
sunggingkan lengkung senyumnya
Bunda, kutitipkan rindu yang sangat ini
pada desau dedaunan dan ombak di lautan
pada wangi gaharu dan cendana
pada selaksa kepak sayap elang
aku merindumu pada setiap detak jantungku
akan semua kisah yang telah kita tulis
dan untuk jauh perjalanan yang telah kita lalui
aku rindu akanmu, sangat....
(ps. hiks...hiks..ada Motley Crue lagi nyanyi..)

[ eMMy ] [ 6:54 PM ]

dimanche, juin 19, 2005

:: Dongeng Cinta Sang Hujan :: 

Episode I Untuk Sebuah Nostalgia

Tik..tik..bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira,
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua

Pada suatu hari di waktu lalu, hujan turun begitu derasnya

Siapa yang tak mengenal lagu anak-anak di atas. Mereka yang seusia saya, di bawah saya, bahkan mungkin seusia ibu saya pun pasti mengenal lagu ini. Lagu yang liriknya sederhana saja, singkat, padat, lugas dengan melodi yang juga sederhana, tidak memerlukan pelajaran teknik vocal nan rumit, bercerita tentang hujan dengan begitu sedehana, sesederhana pikiran polos dan lugu para bocah itu. Yah, namanya juga lagu anak-anak. Lagu yang tepat buat mereka pun adalah lagu-lagu seperti ini,yang sederhana saja tapi lebih bermakna daripada lagu anak-anak yang tak jelas apa isi ceritanya dan akhirnya lenyap seperti ditelan bumi. (Sederhana-sederhana mulu, kayak restoran Padang aja).

Dulu, waktu di TK, selain lagu Pelangi,Bintang Kecil, Satu-satu, lagu ini merupakan salah satu lagu yang paling sering aku nyanyikan di depan kelas pada saat ada pelajaran menyanyi. Baru setelah di SD, aku mulai menyanyikan lagu yang lebih gedhean, seperti Desaku, Bunga Nusa Indah, Di Pucuk Pohon Cemara, Terbenam Matahari sampai Serumpun Padi, di tepinya Sungai Serayu, sampai Rayuan Pulau Kelapa dan beberapa lagu perjuangan atau lagu daerah. Kalau untuk permusikan nasional, jangan salah, waktu itu aku sudah jadi pengamat musik. Yang lagi nge-hits adalah jenis lagu-lagu mellow ala Pance Pondaag, Deddy Dores, sampai era Obbie Messakh, dengan sederet penyanyi wanita yang melankolis. Makanya aku setuju sama Menpen waktu itu Harmoko, yang melarang pemutaran lagu-lagu seperti itu . Masih ingatkan dengan lirik salah satu lagu yang sangat tekenal waktu itu? Pulangkan saja, aku pada ibuku atau ayahku wooooww..woooww..wooowww, sampai eneg deh.

Yang sedikit rancak dan sedikit beda mungkin lagu-lagunya Ria Resty Fauzi atau Oom Chrisye itupun tidak semua, o iya, waktu itu yang lagi ngetop abis lagu Apanya Dong..Dang Ding Dong-nya Euis Darliah tea. Sempat sedikit mengecap lagu-lagu balada Ebiet G Ade, Franky dan Jane, Iwan Fals sampai lagu-lagu jorok-semi porno-nya Kang Doel Sumbang. Itupun aku dengernya dari koleksi oom Edi adik mamaku yang waktu itu tinggal serumah denganku. Yah, maklum saja, waktu itu siaran televisi hanya ada TVRI dengan acara yang itu-itu saja, begitu-begitu saja, serupa tapi tak sama. Acara paling membosankan, Laporan Khusus setelah Dunia Dalam Berita. Huuuuu, turun..turun..turun !!! Belum ada televisi swasta, televisi kabel apalagi MTV.

Juga belum banyak playgroup dan TK yang mengenalkan bahasa Inggris di usia begitu dini, meski aku sudah mengenal beberapa lagu berbahasa Inggris sederhana seperti My Bonie, Edelweiss, atau Twinkle-twinkle Little Star, atau London Bridge is Falling Down (itu judulnya bukan yah..hehe), yang aku pelajari dari buku bermain musik dan mengenal not balok, sambil aku mainkan di keyboard sederhana yang dibelikan oleh ayahku, dan untuk mendapatkannya aku harus bisa jadi juara kelas. Huh, pemerasan orangtua pada anaknya . Ups, I am sorry, Dad. Waktu itu rasanya udah top banget tuh punya keyboard yang sudah ada pilihan ragam musiknya, udah bisa jedang-jedung, jezzzzz-jezzzzzz, jedang-jedung, jezzzz..jezzzzz, tinggal pilih musik yang sesuai dengan melodinya. Jadilah aku komposer amatiran. Dulu aku juga senang sekali menonton acara Ayo Menyanyi yang dipandu Bu Fat (tapi, kenapa sekarang aku tidak jadi seorang penyanyi terkenal yah?)

Balik lagi ke soal lagu anak-anak, sampai sekarang, lagu-lagunya pak AT Mahmud ini masih diajarkan oleh para guru TK atau ibu-ibu pada para anaknya (sudah tradisi, seperti kata iklan biskuit), di sela gempuran sekolah-sekolah playgroup dan Kids School yang imported dengan mengajarkan lagu-lagu berbahasa asing. Belum lagi cekokan tayangan film-film animasi Jepang atau Nickelodeon on TV yang diborong salah satu stasiun televisi swasta, dengan menayangkan hampir sepanjang hari. Tak apalah, untuk sebuah alasan ini era globalisasi dan jaman memang sudah berubah, dan memang harus seperti itu bila tidak ingin tersingkir, berharap saja, semoga generasi MTV seperti sekarang ini tidak akan kehilangan akar budayanya. Setidaknya lagu-lagu seperti ini sudah menjadi everlasting song alias sudah menjadi lagu legenda anak-anak yang dengan mudah bisa didapatkan kaset, CD juga VCD-nya di deretan rak toko-toko musik terkemuka maupun tidak, juga di lapak-lapak terpal pasar, terminal dan stasiun, tinggal pilih mau yang orisinil atau bajakan!

Episode II Untuk Sebuah Fatamorgana

Tik..tik..tik bunyi hujan di atas genting
Hujan renik di luar sana mulai teteskan titik-titik airnya
Simponi indah tercipta serupa sonata
Tak perlu ada interlude..teruskan saja nyanyi sunyimu
Itu cukup untuk membuatku orgasme

Jakarta suatu sore, dan hujan turun begitu derasnya

Sore ini aku berada di Daily Bread, sebuah bakery café, yang berada dalam salah satu gedung pencakar langit di ibukota ini. Menyeruput secangkir Coffee Latte Machiatto hangat dan menikmati sepotong Banana Cheese Bun. Sendiri pula. Bukan kebiasaanku untuk nongkrong seorang diri seperti ini, huh, seperti tidak punya teman saja. Tapi, barusan aku bertemu seseorang untuk hal yang behubungan dengan masa depan. Interview. Sebenarnya aku tak ingin berlama-lama di sini, tapi hujan deras membuatku terperangkap di sini. Yah, sudahlah, terpaksa sedikit membuang waktu di sini. Aku lihat sekelilingku. Beberapa meja terisi dan mereka tampak asyik mengobrol. Banyak juga orang berlalu lalang di sini, di dalam kafe ini atau pun di luarnya. Aku melihat para petugas keamanan yang menjaga gedung ini, menjaga dengan ketatnya. Setiap tamu yang datang, harus mengisi buku tamu dan tas-tas bawaan mereka diperiksa satu-persatu. Tentu saja aku melihat mereka semua, karena kafe ini hanya dikelilingi oleh kaca-kaca yang amat bening, sehingga bila dilihat dari luar, mungkin aku terlihat seperti ikan dalam sebuah akuarium.
Dari balik kaca, aku melihat hujan masih mengguyur, hmmm..enaknya ngapain yah,dan di luar masih tetap hujan dan ia terus menggelondot di benakku.

Hujan, mungkin ia bukan sesuatu yang istimewa, kadang ditunggu seperti seorang gadis menantikan kekasihnya, tapi terkadang ia juga dicaci maki dengan segala macam umpatan, namun ia akan tetap setia untuk menjalankan perannya untuk menumpahkan air ke muka bumi ini.

Selaksa Hujan di Kota Tua
(ps. Kado untuk kota Jakarta yang sedang merayakan hari
jadi)

Guyur airmu, kapan pun dan di mana pun rasanya sedikit bisa melembutkan panas terik kota yang menusuk pori kulit, gahar wajah para kaum urban, bising suara-suara sumbang pengamen dan anak jalanan, juga para pedagang asongan. Di antara bising raungan dan deru kendaraan mewah ber-ac, kepul asap hitam dari knalpot bis-bis besar, metro mini dan kopaja, atau laju mulus busway di jalanan ibukota, juga gedung-gedung tinggi pencakar langit dan puluhan mall mewah tempat para hedonis berkumpul dan habiskan waktu dan rupiah yang mereka punya, yang setiap jengkalnya mengumandangkan komersialisasi dan kapitalisasi . There's nothing comes for free, my man!


Di antara hiruk pikuk lapak-lapak kumal di pasar-pasar, rumah-rumah kumuh di pinggiran kali, diiringi udara kota yang penuh sesak berisi segala macam polutan. Di antara riuh canda anak-anak yang berlarian bermain hujan karena mereka sudah kehilangan tanah lapang untuk bermain bola, dan angkuh tugu Monas yang seakan bukan lagi milik rakyat, di antara riuh rendah dan marak hujat pada para koruptor kelas kakap dan hangat gossip di berbagai infotainment, juga hingar bingar kehidupan malam dan musik yang menghentak, meja-meja kasino, dan geliat bisnis bebagai kemaksiatan di setiap jengkal kota.

Lenggak-lenggok Jakarta bagai pinggul gadis remaja
berjuta mimpi-mimpi ada, menggoda mereka

jangankan cari surga dunia, neraka dunia pun ada

Mungkin, dalam hati kecilnya kota tua ini akan merindukan hadirmu selalu, menemaninya untuk sedikit memberikan kesejukan. Tapi apa daya, berlama-lama bersamamu akan membuat lagu lama nan klasik kembali terputar berulang, seperti pita kaset kusut yang tak pernah bisa diurai kembali. Entah kapan warga kota ini bisa berkata lantang -Rumah kami bebas banjir, kok- Tetap saja bayang banjir selalui datang menghantui, dan jadikan kota ini seperti kubangan kerbau.

Tampaknya kota ini sudah semakin tua, letih, terasa makin carut-marut, semakin sarat beban yang musti dipanggulnya. Tapi kota tua jantung negeri ini, semoga tak akan pernah mati di antara cucuran peluh, umpat cacimaki, rintih kelaparan, tetes airmata, yang mengalir di sela gelak tawa kami, anak-anak negeri ini.

Selamat Ulang Tahun ke-478, Jakarta
Semoga setelah jam berdentang dua belas kali
Bukan hanya gebyar semarak PRJ,
gemerlap Great Salebration hampir di semua pusat perbelanjaan
Atau boneka ondel-ondel saja yang kan tersisa di hati
mari kita berdoa, perih mengalir bersama alur air
mentari pagi tersenyum di ujung jalan
sejuk di rasa, sejuk di dada
tak ada lagi fatamorgana di pelupuk mata

(dan semoga, Enjoy Jakarta, bukan hanya sebatas slogan)

Yuk jadikan Jakarta kota bermartabat dan berbudaya, hmm bisa nggak ya?

Episode III Untuk Sebuah Epilogue

tik..tik..tik

Aku seperti tersadar. Hei..hujan sudah mulai mereda. Meski gerimis masih ada, tapi paling tidak, sudah tak sederas tadi. Aku melirik jam tanganku. Berapa lama aku tadi melamun. Wah, ada yang memperhatikanku tidak yah..? Kenapa, jadi salting gini sih.?
Dari ruang kafe ini, lamat terdengar sebuah lagu tua yang kembali dirilis ulang.

Selamat tinggal kasih, sampai kita jumpa lagi
Aku pergi tak kan lama
Hanya sekejap saja ku akan kembali lagi
Asal kan engkau tetap menanti

Hmmm, mungkin bisa jadi inilah lagu yang dinyanyikan oleh hujan untuk awan yang ditinggalkannya ketika turun membasahi sang bumi yang semakin keriput ini.
Yah,bisa ya,bisa tidak, aku tidak tahu, yang pasti, aku pun bergegas pulang.


[ eMMy ] [ 1:41 PM ]

samedi, juin 18, 2005

:: Mukadimah :: 

Sedekahkan saja semua rasamu, hingga tak lagi membelenggu. Biar terganti dengan rasa baru, hingga semua tak sia-sia. Coba rajut saja lagi kisah kita, meski perca memori dan kenang kisah lalu sebagai bahannya, jadikan ia selimut penghangat, bagi jiwa-jiwa kita yang telanjang.

[ eMMy ] [ 5:05 PM ]

dimanche, juin 12, 2005

:: Menanti Sebuah Jawaban :: 

Jelas ini nggak ada hubungannya dengan yang namanya pertanyaan retorik, karena dari judulnya aja sudah jelas "Menanti Sebuah Jawaban". Yang namanya menanti jawaban, emang bikin bete, bikin penasaran, bikin geregetan sendiri. Tinggal dengar ya atau tidak saja kadang butuh waktu. Nggak cuma dalam hal asmara, tapi juga semua hal yang berkaitan dengan hal bertanya, dan butuh sebuah jawaban. Yang simpel aja, waktu ujian kita bertanya-tanya, dag dig dug, lulus apa nggak? juga kayak pas kita tes hunting kerjaan, duh lolos apa nggak yah? nggak enak makan, nggak nyenyak tidur..(ah, gw dulu gak gitu-gitu amat!)

Lagu hits terbaru grup Padi ini, mungkin lagu yang bisa mewakili mereka yang sedang kasmaran tetapi gayung tidak bersambut, alias cinta bertepuk sebelah tangan. Atau, bila ceritanya tidak separah itu, mungkin si dia yang kita puja masih ragu ama cinta yang ditawarkan, atau yang makin parah dia justru sudah jadi milik orang lain..wah..semuanya adalah pilihan yang tidak enak. Meski ada pepatah bilang "mencintai tidak harus memiliki.." tetap saja cinta yang akan kita beri pasti beda antara dia milik kita dan dia bukan milik kita. Namanya juga manusia. Yah, kalo bisa bersabar, nikmati saja masa penantian itu, atau kalau tidak bisa bersabar..berjuanglah untuk segera mencari yang lain. Bukankah hidup itu memang berisi pilihan-pilihan. So, selama menjalani kesendirian itu, jadikanlah dirimu jojoba alias jomblo-jomblo bahagia...hehehe.. Selamat berjuang! Kamu pasti bisa! Gubraaaakkkk!!!

Aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu
seiring jejak kakiku bergetar
aku tlah terpagut oleh cintamu
menelusup hariku dengan harapan
namun kau masih terdiam membisu

Sepenuhnya aku ingin memelukmu
mendekap penuh harapan tuk mencintaimu
setulusnya aku akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
semoga kau tahu isi hatiku
dan seiring waktu yang terus berputar
aku masih terhanyut dalam mimpiku.

ps. Song by Padi - Piyu, it's a good lyric
(video klipnya juga mengharu biru..hiperbolis ah)



[ eMMy ] [ 4:40 PM ]

:: Outbreak:: 

[hanya ungkap rasa,bukan sumpah serapah]
Memintamu untuk tinggal sejenak dalam ruangku, sesungguhnya adalah hasrat di antara jeda waktu yang berkejaran
tidakkah kau lihat denyaran asa bola mata yang terus bicara meracau kala tatap hilang punggungmu di balik pekat malam itu
kemudian hanya sesak sesapi hati iringi langkahmu
usah menghirau, dera rasa ini milikku
aku masih punya daya untuk meredam rajamnya
usah kau tanya lanjut cerita, percuma,
aku sudah membuangnya ke lubang kloset ketika pagi menjelang
dan usah kau merisau, tak kan pernah ada tanda titik dalam cinta yang kupunya

(Pejaten, Minggu dinihari)
ps. untuk sempitnya waktu dan besarnya cinta

[ eMMy ] [ 3:00 PM ]

:: Mati Rindu:: 

seikat mawar merah dadu
kau kirimkan sebagai penawar rindu
namun akankah rindu tertawar
bila sudah menjalar meradang akut
dari pucuk kepala hingga tapak kaki
kirimkan saja aku belati berlumur racun
tikamkan tepat di jantungku
itu lebih baik daripada mati menahan rindu

ps. For Souljah, salah satu judul lagumu menginspirasiku

[ eMMy ] [ 1:29 AM ]

:: Warning :: 

You can change the outside all you want, but until you do the work, the inside will still show who you really are. suddenly the picture ain't so pretty.
changing the outside makes the picture prettier, changing the inside makes it real.

[ eMMy ] [ 1:12 AM ]

samedi, juin 11, 2005

:: Biarkan :: 

Pendar imajinasiku sungguh tak berbatas
menembus kokoh dimensi ruang dan waktu
biarkan saja sang otak mencernanya dan bicara
parafrasekan dalam paparan-paparan inderawi
memaknai segala yang membuncah
semoga bukan paparan degradatif yang kan terujud

[ eMMy ] [ 12:52 PM ]

:: Ringkih :: 

alirkan darahmu ke bilik kanan dan kiriku..
hingga hilang pedih perih..
juga gelisah yang tertampi rasa
izinkanlah aku untuk tetap hidup
meski di luar lingkar waktu

[ eMMy ] [ 1:20 AM ]

dimanche, juin 05, 2005

::Rindu:: 

Sahabat, aku merindukanmu, mari kita bersulang untuk sebuah rindu yang tak tertahankan, untuk mimpi-mimpi liar kita yang tak pernah bisa terbayar lunas. Barangkali aku masih harus lebih lama menunggu sang waktu datang bawakan dirimu. Aku merindukanmu, dan berharap kita masih dalam kerinduan yang sama.Itu saja.

[ eMMy ] [ 4:14 PM ]

samedi, juin 04, 2005

::prolog:: 

lengkung pelangi warnai senja kala itu
merah jingga kuning hijau biru ungu..
Indah....namun tak lebih indah darimu...
apapun warnamu, kau adalah kau....terindah untukku

[ eMMy ] [ 8:18 AM ]

::Tentangmu:: 

Kisah tentangmu terekam kuat dalam neuron-neuron terbaikku
termaktub dalam kitab suci yang kubuat sendiri
tak terhitung lembaran kertas yang telah kau habiskan
juga pena dan tinta yang kutorehkan untuk menulismu
Dan aku tahu, jarak antara kita hanyalah satu tarikan nafas

[ eMMy ] [ 8:15 AM ]

ZLINKS!

"Kesepian itu taufan biru, yang menanggalkan ranting-ranting mati, namun dihujamkannya akar-akar hidup ke dalam jantung hidup bumi"(by : Kahlil Gibran) ** HADIR dari sebuah kesunyian..semua berMULA dari KATA....1 aksara jadi kata..2 aksara menjadi kata...5,6,10,50,100,1000 aksara yang terangkai..itupun akan jadi sebuah KATA...karena setiap apa yang terlintas di benak dan terucap oleh lidah adalah KATA!

bilikdiri

tacik

::TACIK:: Perempuan.Bandung.29 Waktu kecil suka mendengar dongeng sang ibu. Mulai menulis diari saat duduk di SD, aktif di Pers Abu-abu dan Pers Mahasiswa pada masanya, dan sewaktu SMA sempat menjadi Pemred Bulletin Pakci SMA 8 Yogyakarta. Penyuka Catatan Pinggir, penikmat film dan musik. Saat ini bekerja dan tinggal di Selatan Jakarta. Menulis baginya, bisa membawanya untuk ziarah ke masa lalu.--Poetry is a way of taking life by the throat-- Robert Frost (1874-1963)

bilikimaji

  • ::Aku dan Rasa::
  • :: MAKA...:
  • :: Rumah Cinta ::
  • :: SHINE ::
  • :: Gombal Tiga Kali ::
  • :: Terbius ::
  • :: Distorsi ::
  • :: Rindu ::
  • ::Sepotong Basah Senja::
  • ::Teach me how to dream::
  • biliklalu

  • mai 2004
  • juin 2004
  • novembre 2004
  • décembre 2004
  • janvier 2005
  • février 2005
  • mars 2005
  • avril 2005
  • mai 2005
  • juin 2005
  • juillet 2005
  • août 2005
  • septembre 2005
  • novembre 2005
  • décembre 2005
  • janvier 2006
  • février 2006
  • avril 2006
  • juin 2006

  • Current Posts

    bilikanca

    celoteh koenyil
    lintas sang waktu
    dunia eway
    ruang sepi
    lukisan hati
    kandang biri2
    kupu2 kinara
    kelinci fitria
    dunia rendjana
    taman cinta
    wishlist fajar

    biliksuka

    veterangema
    pasarbuku
    murung
    delayota
    ikapakci
    lyrics
    fiendster
    crazyquizes
    Apelumagueada
    movienayahoo!
    layarperak
    twentyone
    myencyclopedia
    mydetective
    hot&fresh
    jakartapost

    Waktu Indonesia Barat
    -The Time is Rolling-

    bilikpesan

    Powered by TagBoard
    Nama

    URL / Email

    Pesan [smilies]

    engine: Blogger